Skip to content

  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Home
  • Berita
  • Sekolah Rakyat Jombang Jadi Jalan Putus Rantai Kemiskinan, Bupati Perkuat Sinergi Pilar Sosial
  • Berita

Sekolah Rakyat Jombang Jadi Jalan Putus Rantai Kemiskinan, Bupati Perkuat Sinergi Pilar Sosial

teamkabaronline 23/09/2026 4 min read
Sekolah Rakyat Jombang Jadi Jalan Putus Rantai Kemiskinan, Bupati Perkuat Sinergi Pilar Sosial

Sekolah Rakyat Jombang Jadi Jalan Putus Rantai Kemiskinan, Bupati Perkuat Sinergi Pilar Sosial

Team Kabar Online, Jombang — Pemerintah Kabupaten Jombang terus memperkuat pengembangan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Jombang sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., menegaskan komitmen tersebut dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM PKH dan Sapa Pilar Sosial bersama Bupati Jombang di Hotel Yusro Jombang, Selasa (22/9/2026).

SRT 1 Jombang yang berlokasi di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, menyediakan pendidikan mulai jenjang SD, SMP hingga SMA. Pemerintah mengarahkan program tersebut untuk menjangkau anak-anak yang tinggal di wilayah pelosok desa hingga kawasan pinggiran hutan dan menghadapi keterbatasan ekonomi maupun risiko putus sekolah.

Melalui program ini, pemerintah pusat ingin membuka akses pendidikan sekaligus membantu keluarga kurang mampu memutus rantai kemiskinan melalui layanan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan siswa.

Bupati Dorong Pendidikan Menjangkau Pelosok

Warsubi membahas perkembangan Sekolah Rakyat Jombang dalam sesi dialog interaktif bertajuk “Sambung Roso bareng Abah Bupati Jombang”. Ia menjelaskan bahwa pemerintah memberikan dukungan penuh kepada peserta didik Sekolah Rakyat, mulai dari fasilitas pembelajaran hingga kebutuhan makan tiga kali sehari.

Sekolah Rakyat Jombang Jadi Jalan Putus Rantai Kemiskinan, Bupati Perkuat Sinergi Pilar Sosial
Sekolah Rakyat Jombang Jadi Jalan Putus Rantai Kemiskinan, Bupati Perkuat Sinergi Pilar Sosial

Menurut Warsubi, dukungan tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan sekaligus lingkungan belajar yang lebih layak.

Bupati juga menilai pemerintah perlu memastikan proses penjangkauan dan pendampingan sosial berjalan secara berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk membangun sumber daya manusia Jombang pada masa mendatang.

“Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan pendidikan, Anda dapat mengubah dunia. Mari kita terus jaga komitmen untuk membuka akses pendidikan dan memberikan pendampingan terbaik bagi anak-anak Jombang,” tegas Warsubi, mengutip pesan Nelson Mandela.

Saat ini, SRT 1 Permanen Jombang menampung 270 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Selain itu, sebanyak 100 siswa mengikuti program Sekolah Rakyat rintisan. Dengan demikian, total terdapat 370 siswa yang mengikuti pembelajaran sekaligus menempati fasilitas asrama.

Pemerintah pusat juga menanggung kebutuhan belajar dan kebutuhan harian peserta didik, termasuk konsumsi tiga kali sehari.

Baca Juga :

  • 3.403 Pelajar Ramaikan POPKAB Jombang 2026, 10 Cabor Diperebutkan
  • Pengisian Perangkat Desa Gempolan 2021 Kembali Mencuat, Satirin Angkat Bicara
  • IWAPI Jombang Punya Ketua Baru, Wabup Dorong Pengusaha Perempuan Perkuat Ekonomi Daerah

Pilar Sosial Turun Langsung Jaring Penerima Manfaat

Pemkab Jombang melakukan proses seleksi penerima manfaat dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga. Tim gabungan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang melibatkan Dinas Sosial, para camat, serta pilar sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Sekolah Rakyat Jombang Jadi Jalan Putus Rantai Kemiskinan, Bupati Perkuat Sinergi Pilar Sosial
Sekolah Rakyat Jombang Jadi Jalan Putus Rantai Kemiskinan, Bupati Perkuat Sinergi Pilar Sosial

Tim tersebut turun langsung ke sejumlah wilayah untuk menemukan calon siswa yang memenuhi kriteria. Pemerintah menggunakan pemeringkatan ekonomi sebagai salah satu dasar untuk memastikan program menjangkau keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

“Kesesuaian kriteria penerima manfaat dipastikan melalui verifikasi ketat berbasis pemeringkatan ekonomi terendah. Tim gabungan yang dipimpin Sekretaris Daerah Jombang bersama Dinas Sosial, para camat, hingga petugas pilar sosial (PKH, TKSK, Tagana) turun langsung menyisir calon siswa di kawasan pinggiran agar bantuan pendidikan dari Presiden Prabowo Subianto ini benar-benar tepat sasaran,” papar Warsubi.

Dalam forum yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang Agung Hariadi, S.T., M.M., memaparkan pengalaman penjangkauan masyarakat dan berbagai tantangan yang tim hadapi di lapangan melalui tema “Dari Lapangan, Menjadi Kebijakan”.

Warsubi kemudian membawa tema “Jombang untuk Anak-Anak: Tidak Boleh Ada yang Tertinggal” untuk menegaskan pentingnya pemenuhan hak anak tanpa membedakan latar belakang mereka.

Sementara itu, Direktur Linjamsos Kementerian Sosial RI Helmy dan Noefi Apriyaningrum membahas penguatan perlindungan sosial hingga tingkat desa melalui tema “Ketika Negara Hadir Sampai ke Pelosok”.

Siswa Tampilkan “Mimpi yang Berani”

Tidak hanya membahas kebijakan dan penguatan kapasitas, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi siswa SRT 1 Jombang untuk menampilkan kreativitas. Para siswa mementaskan fragmen berjudul “Mimpi yang Berani” yang mereka lengkapi dengan pembacaan puisi mengenai perubahan kehidupan yang mereka alami.

Penampilan tersebut menjadi salah satu bagian kegiatan yang menggambarkan pengalaman siswa setelah mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

Warsubi juga memberikan penghargaan kepada para SDM pilar sosial sebagai bentuk apresiasi atas kerja dan pengabdian mereka dalam mendampingi masyarakat.

Pemkab Jombang berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, Kementerian Sosial, dan para pilar sosial. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan dan perlindungan sosial bagi masyarakat hingga wilayah pelosok.

Melalui penguatan Sekolah Rakyat dan kerja pilar sosial, Pemkab Jombang terus mendorong agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan pendidikan yang layak serta memiliki ruang untuk membangun masa depan yang lebih baik. TIMRED

Baca Juga :

  • PSM BANASPATI MOJOPAHIT KONFIRMASI DUMAS SEJAK 2024 KE POLRES KEDIRI, TUNGGU KETERANGAN TERTULIS
  • 63 PNS Pemkab Jombang Terima SK Pensiun, Wabup: Pengabdian Tak Berhenti di Masa Purna Tugas
  • Jombang Perkuat Dukungan ASI Eksklusif, Tiga Program Pendampingan Disatukan
  • Jelang Pilkades 2027, FKDM Jombang Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah Konflik
Post Views: 4

Post navigation

Previous 3.403 Pelajar Ramaikan POPKAB Jombang 2026, 10 Cabor Diperebutkan
Next UMKM Jombang Didorong Naik Kelas, Pemkab Gandeng Indomaret Perluas Akses Pasar
  • Privacy Policy
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
By PT. Team Kabar Online | DarkNews by AF themes.