Jelang Pilkades 2027, FKDM Jombang Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah Konflik
Team Kabar Online – Pemerintah Kabupaten Jombang mulai memperkuat kewaspadaan masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2027. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Pemkab Jombang mengumpulkan anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dari seluruh kecamatan dalam kegiatan peningkatan kapasitas di Gedung Serbaguna Desa Mojongapit, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pengurus FKDM untuk meningkatkan kemampuan membaca potensi persoalan di tengah masyarakat. Pemerintah daerah juga mendorong FKDM agar lebih cepat menyampaikan informasi apabila menemukan tanda-tanda yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jombang Budi Winarno, S.T., M.Si., hadir mewakili Bupati Jombang Warsubi. Ia mengikuti kegiatan bersama Ketua FKDM Kabupaten Jombang KH. Musta’in Hasan, S.H., M.Hum., serta pengurus FKDM dari berbagai kecamatan.
FKDM Didorong Aktif Membaca Potensi Gangguan
Budi Winarno membacakan sambutan Bupati Warsubi yang menekankan pentingnya kondisi daerah yang aman dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan. Pemkab Jombang juga memberikan apresiasi kepada FKDM karena selama ini ikut membantu menjaga ketertiban di lingkungan masyarakat.

Bupati menilai anggota FKDM memiliki posisi strategis karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kondisi tersebut membuat FKDM dapat mengenali lebih awal berbagai potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG).
“FKDM memiliki peran yang sangat penting sebagai ‘mata dan telinga’ pemerintah daerah dalam mendeteksi potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) yang dapat mengganggu stabilitas. FKDM adalah mitra strategis pemerintah dalam upaya menciptakan suasana yang damai, aman, dan terkendali,” tegas Warsubi.
Menurut Bupati, masyarakat juga perlu mengambil bagian dalam menjaga kewaspadaan lingkungan. Arus informasi yang semakin cepat dapat membawa berbagai persoalan, mulai dari penyebaran informasi palsu, konflik sosial, hingga masuknya paham radikal.
Baca Juga :
- Dugaan Penganiayaan di Cafe Kurowo KOTA KEDIRI, FW (37 thn) Tempuh Jalur Hukum
- Transparansi Dana BOS SMP 8 Kota Kediri disorot Publik,Humas mengatakan ada Pemotogan 300 jt.
- Dugaan Pungli Uang Gedung dan Seragam di SMAN Gurah Kediri Jadi Sorotan, Siswa Disebut Dibebani Jutaan Rupiah
FKDM Diminta Antisipasi Dinamika Pilkades 2027
Menjelang Pilkades Serentak 2027, Pemkab Jombang meminta FKDM meningkatkan perhatian terhadap perubahan situasi di wilayah masing-masing. Anggota FKDM perlu membangun komunikasi dengan masyarakat dan segera menyampaikan laporan ketika menemukan persoalan yang berpotensi berkembang menjadi gangguan keamanan.
“Dalam waktu dekat, kita akan menghadapi agenda Pilkades 2027. Saya minta seluruh anggota FKDM untuk memperkuat deteksi dini guna menjaga kondusivitas wilayah masing-masing, dengan melaporkan setiap indikasi persoalan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban,” ujar Warsubi.
Bupati juga memberikan sejumlah arahan kepada pengurus FKDM. Mereka perlu meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sosial di sekitar, mengedepankan dialog dalam menghadapi persoalan, serta memanfaatkan teknologi informasi untuk mempercepat penyampaian laporan.
Selain itu, Bupati meminta FKDM menjalankan tugas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan memperkuat koordinasi dengan unsur Tiga Pilar, yakni kepala desa atau lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Kolaborasi tersebut perlu berjalan mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Tiga Materi Bekali Anggota FKDM
Panitia kemudian memberikan pembekalan kepada peserta melalui sejumlah sesi materi. Drs. Mahmud Yunus memandu jalannya pemaparan sebagai moderator.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jombang Budi Winarno menyampaikan materi mengenai “Pencegahan Konflik Sosial dan Deteksi Dini”. Ia membahas cara memetakan potensi konflik sebagai salah satu langkah untuk menjaga pelaksanaan Pilkades agar tetap kondusif.
Materi kedua bertajuk “Kewaspadaan Masyarakat Menjelang Pilkades” disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang. Materi tersebut membahas peran masyarakat dalam menjaga ketertiban dan stabilitas lingkungan desa selama menghadapi agenda politik lokal.
Sementara itu, pengurus FKDM Kabupaten Jombang Dr. Romlan Prasojo, S.H., M.Hum., memberikan materi “Penguatan Cegah Dini Potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG)”. Pembahasan tersebut berfokus pada peningkatan kemampuan peserta dalam melakukan pelaporan secara berjenjang dengan cepat dan tepat.
Perkuat Sinergi untuk Jaga Kondusivitas Jombang
Melalui kegiatan peningkatan kapasitas tersebut, Pemkab Jombang mendorong FKDM di seluruh kecamatan untuk semakin aktif menjalankan fungsi kewaspadaan dini. Kemampuan membaca situasi dan membangun komunikasi dengan masyarakat menjadi modal penting untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik.
Pemkab Jombang berharap FKDM mampu bekerja secara solid dan bertanggung jawab serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, aparat keamanan, dan unsur terkait lainnya.
Dengan kesiapan tersebut, FKDM diharapkan dapat membantu pemerintah menjaga ketenteraman masyarakat, terutama menjelang Pilkades Serentak 2027, sekaligus mendukung terciptanya Jombang yang aman dan kondusif. TIMRED
Baca Juga :
- Kapolres Jombang Pimpin Pergantian Dua Kapolsek dan Kasihumas, Satu Personel Masuki Purna Tugas
- Silatnas Asparagus di Jombang Satukan Gus dari Berbagai Daerah, Perkuat Solidaritas Pesantren
- Presiden Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang, Ribuan Peserta Ikuti Pembukaan
- Semangat gotong royong menyelimuti penyambutan ribuan peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU)
