Skip to content

  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Home
  • Berita
  • Kemenkes Gelar Skrining TB di Tebuireng, 26 Santri Terindikasi dan Langsung Dapat Penanganan
  • Berita

Kemenkes Gelar Skrining TB di Tebuireng, 26 Santri Terindikasi dan Langsung Dapat Penanganan

teamkabaronline 24/08/2026 3 min read
Kemenkes Gelar Skrining TB di Tebuireng, 26 Santri Terindikasi dan Langsung Dapat Penanganan

Kemenkes Gelar Skrining TB di Tebuireng, 26 Santri Terindikasi dan Langsung Dapat Penanganan

Team Kabar Online – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperkuat upaya penemuan kasus Tuberkulosis (TB) sejak dini melalui pemeriksaan kesehatan di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Tim kesehatan menggelar skrining TB sekaligus Cek Kesehatan Gratis pada Kamis (20/8/2026) dengan sasaran ribuan santri dan tenaga pengajar.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung pelaksanaan pemeriksaan tersebut. Wakil Bupati Jombang Salmanudin, S.Ag., M.Pd., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, S.H., M.Si., turut mendampingi kunjungan tersebut mewakili Bupati Jombang. Jajaran pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng juga hadir dalam kegiatan.

Ribuan Santri dan Guru Ikuti Pemeriksaan

Petugas kesehatan memusatkan pemeriksaan di SMA A. Wahid Hasyim PP Tebuireng. Selama tiga hari pelaksanaan, tim menargetkan pemeriksaan terhadap 2.481 santri dan 197 guru.

Kemenkes Gelar Skrining TB di Tebuireng, 26 Santri Terindikasi dan Langsung Dapat Penanganan
Kemenkes Gelar Skrining TB di Tebuireng, 26 Santri Terindikasi dan Langsung Dapat Penanganan

Kemenkes membawa perangkat Portable X-Ray untuk mempercepat proses deteksi di lokasi. Teknologi tersebut memungkinkan petugas melakukan pemeriksaan tanpa harus memindahkan peserta ke fasilitas kesehatan lain.

Pemeriksaan tersebut juga menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang pemerintah jalankan sebagai salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.

Baca Juga :

  • Jalan Sehat Purisemanding Meriah, Bupati Warsubi Ajak Warga Jaga Persatuan dan Hidup Sehat
  • Mama Gemoy Mojojejer Curi Perhatian di Gerak Jalan Mojowarno, Semarakkan HUT ke-81 RI
  • Kepala Desa Janti Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi, Berlangsung Khidmat

Menkes Soroti Pentingnya Deteksi TB Sejak Dini

Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa masyarakat perlu menemukan kasus TB sedini mungkin. Menurutnya, keterlambatan pemeriksaan menjadi salah satu faktor yang membuat penyakit tersebut masih menimbulkan angka kematian yang tinggi.

Menkes menyebut TB menyebabkan sekitar 120.000 hingga 140.000 kematian setiap tahun. Karena itu, pemerintah mendorong pemeriksaan secara aktif, terutama di lingkungan yang memiliki jumlah penghuni cukup padat seperti pondok pesantren.

“Penyakit ini obatnya ada, kematiannya banyak, karena screening-nya terlambat. Sebab harus pakai X-Ray dan PCR. Nah, sekarang dengan teknologi baru, X-Ray ini bisa kita bawa ke mana-mana,” ujar Budi Gunadi.

Menurutnya, penggunaan Portable X-Ray membuat petugas kesehatan dapat membawa layanan pemeriksaan langsung ke lokasi sasaran. Pemerintah berharap cara tersebut mampu mempercepat penemuan kasus sekaligus mencegah penyebaran TB.

Pemeriksaan Temukan 26 Santri Terindikasi TB

Hasil pemeriksaan awal di lingkungan PP Tebuireng menemukan 26 orang yang menunjukkan indikasi TB. Tim kesehatan selanjutnya dapat melakukan penanganan terhadap mereka agar kondisi tersebut tidak berkembang sekaligus mengurangi risiko penularan.

“Bapak Presiden Prabowo ingin TBC itu agar bisa tereliminasi dari Indonesia. Tadi sudah dicek, ditemukan 26 orang terindikasi TB. Kalau ketemu gini bisa diobati dan tidak menular. Penemuan kasus ini merupakan hal positif agar bisa langsung diobati dan menghentikan penularan dalam sebulan pengobatan,” jelas Budi.

Penemuan tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan aktif di lingkungan pesantren. Dengan menemukan indikasi lebih awal, tenaga kesehatan dapat segera memberikan tindak lanjut dan pengobatan sesuai kebutuhan.

Pengasuh Pesantren Minta Santri Tidak Panik

Pengasuh PP Tebuireng Ny. Hj. Lelly Lailliya mengapresiasi langkah Kemenkes yang mendatangkan layanan pemeriksaan langsung ke lingkungan pesantren. Ia juga mengimbau para santri agar tetap tenang setelah tim menemukan sejumlah indikasi TB.

“Kebetulan tadi ditemukan 26 siswa yang ada indikasi TBC. Nah, untuk santri Tebuireng tidak perlu khawatir tertular. Karena nanti diberikan obat oleh Kemenkes RI secara gratis selama 1–3 bulan,” ungkap Lelly Lailliya.

Pihak pesantren bersama pemerintah dan tenaga kesehatan akan terus mendukung proses tindak lanjut terhadap santri yang memerlukan pemeriksaan maupun pengobatan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memutus rantai penularan TB sekaligus meningkatkan kesadaran warga pesantren terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. TIMRED

Baca Juga :

  • Dana BOS SMK Pawyatan Daha 1 Minim Transparansi
  • Formasi Bintang Warnai HUT ke-81 RI di Jombang, Paskibraka Kibarkan Merah Putih dengan Khidmat
  • Jembatan Garuda Carangwulung Resmi Diresmikan Presiden Prabowo, Buka Akses Warga Wonosalam
  • PRIME 169 Resmi Diluncurkan, Pemkab Jombang Perkuat Pengawasan Pemerintahan Berbasis Digital

Post Views: 4

Post navigation

Previous Jalan Sehat Purisemanding Meriah, Bupati Warsubi Ajak Warga Jaga Persatuan dan Hidup Sehat
Next Jelang Muktamar ke-35 NU, Jombang Luncurkan 99 Masjid Ramah Muktamirin
  • Privacy Policy
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
By PT. Team Kabar Online | DarkNews by AF themes.