Team Kabar Online – JOMBANG
Pengalaman Kecut sekaligus pahit dan menjengkelkan dialami oleh salah satu ketua LSM di Jombang. betapa tidak, Sikap kurang kooperatif yang ditunjukkan oleh oknum Plt Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Perak, Jombang. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tersebut menyayangkan tindakan antipati, tidak menghargai, serta munculnya kecurigaan yang dinilai berlebihan terhadap peran Lembaga Swadaya Masyarakat sebagai kontrol sosial.
Peristiwa ini memicu ketegangan hubungan kemitraan antara institusi pendidikan dan lembaga masyarakat yang seharusnya bersinergi membangun transparansi public dalam dunia pendidikan.

Kronologi dan Duduk Perkara
Sikap defensif dari oknum kepala sekolah tersebut mulai terlihat saat salah satu ketua LSM bermaksud melakukan kunjungan dan konfirmasi terkait beberapa kegiatan yang dijalankan diawal masuknya siswa baru di sekolah. Dan tujuan utama dari kedatangan Lsm tersebut menanyakan barangkali ada bagunan Gedung sekolah ataupun fasilitas lain yang kondisinya rusak akan diambil dokumentasinya baik berupa foto maupun video pendek dengan maksud akan disampaikan kepihak dinas Pendidikan untuk ditindak lanjuti. Alih-alih menyambut baik, oknum Plt kepala sekolah justru menunjukkan gestur ketidaknyamanan dan penolakan terselubung. Yang lebih mengherankan lagi oknum Plt Kepala SMPN 1 Perak tersebut menyuruh menunggu pihak LSM tersebut dan dipanggilkan Kapolsek, biar jelas katanya… terus apa hubunganya????
“Untungnya pak kapolsek orangnya supel,humbel dan mudah diajak komunikasi, sebab kalau tidak, wah…bisa bisa perang narasi dan argumentasi” kata ketua LSM tersebut.
“Kami datang dengan etika baik untuk melakukan fungsi kontrol sosial dan meminta klarifikasi. Namun, respons yang kami terima justru sikap sinis dan kecurigaan yang sangat berlebihan, seolah-olah kedatangan kami bertujuan negatif,” ujar aktivis atau ketua LSM yang enggan disebutkan namanya.
Sikap tidak menghargai dari oknum Plt kepala sekolah ini dianggap telah mencederai semangat keterbukaan informasi publik yang diamanatkan undang-undang. Kecurigaan yang berlebihan justru memicu tanda tanya besar di kalangan aktivis mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam manajemen internal sekolah tersebut.
Tuntutan Evaluasi dari Dinas Pendidikan:
Atas insiden ketidaknyamanan tersebut, Pihak LSM mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang untuk segera turun tangan untuk mengevaluasi kinerja dan kompetensi komunikasi oknum Plt Kepala SMPN 1 Perak tersebut.
“Seorang kepala sekolah seharusnya memiliki kompetensi sosial dan manajerial yang matang. Jika menghadapi lembaga kontrol sosial saja sudah menunjukkan sikap alergi dan penuh curiga, bagaimana bisa membangun sinergi yang sehat dengan lingkungan luar?” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepala sekolah SMPN 1 Perak Jombang maupun dari pihak dinas pendidikan belum memberikan klarifikasi resmi atau memberikan ruang konfirmasi lebih lanjut terkait tuduhan sikap tidak kooperatif tersebut… (Ynt)
Bacaan lain:
- Sinergi Membangun Desa: Bupati Jombang Resmi Terima 1.225 Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur
- Wabub Jombang Apresiasi dan Beri Arahan Majlis Dzikir Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Akbar Jombang Tahun 2026 M / 1448 H
- Pemkab Jombang bersama Kemensos RI Pastikan Kesiapan Sarana dan Prasarana Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8

2 thoughts on “Menjengkelkan!!! Aktivis LSM Sesalkan Sikap Arogan dan Kecurigaan Berlebihan Plt Kepala SMPN 1 Perak”
Comments are closed.