Skip to content
T K O

T K O

  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Home
  • Berita
  • Rekonstruksi Gambus Misri Bintang Sembilan Hidupkan Kembali Warisan Budaya Jombang
  • Berita

Rekonstruksi Gambus Misri Bintang Sembilan Hidupkan Kembali Warisan Budaya Jombang

teamkabaronline 12/02/2026 2 min read
Rekonstruksi Gambus Misri Bintang Sembilan Hidupkan Kembali Warisan Budaya Jombang

Rekonstruksi Gambus Misri Bintang Sembilan Hidupkan Kembali Warisan Budaya Jombang

Team Kabar Online – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar pementasan rekonstruksi kesenian tradisional Gambus Misri Bintang Sembilan asal Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang, Jumat (6/2/2026). Ratusan penonton memadati gedung dan menyaksikan kebangkitan kembali seni pertunjukan yang sempat vakum tersebut.

Baca Juga : Yuliati Nugrahani Pimpin Dekopinda Jombang 2026–2030 Secara Aklamasi

Melalui agenda ini, pemerintah daerah menegaskan komitmen dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya tak benda. Pementasan tersebut menjadi titik balik kebangkitan Gambus Misri sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Rekonstruksi Gambus Misri Bintang Sembilan Hidupkan Kembali Warisan Budaya Jombang
Rekonstruksi Gambus Misri Bintang Sembilan Hidupkan Kembali Warisan Budaya Jombang

Panitia tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni, tetapi juga menggelar dialog kebudayaan yang membahas sejarah Gambus Misri serta lakon “Fajar Islam”. Lakon tersebut mengisahkan dakwah Syeh Maulana Ishak di Kerajaan Blambangan dan menjadi ciri khas utama dalam pertunjukan Gambus Misri.

Baca Juga : Musrenbang RKPD 2027 Digelar di Gudo, Pemkab Jombang Fokus Perkuat Industri, Perdagangan, dan Infrastruktur

Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, membuka acara secara resmi dan menghadirkan jajaran Kepala OPD, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Sumobito, pegiat budaya, serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi atas inisiatif rekonstruksi yang dilakukan para pelaku seni dan Disdikbud.

Rekonstruksi Gambus Misri Bintang Sembilan Hidupkan Kembali Warisan Budaya Jombang
Rekonstruksi Gambus Misri Bintang Sembilan Hidupkan Kembali Warisan Budaya Jombang

Agus Purnomo menilai upaya tersebut sebagai langkah strategis untuk membangkitkan kembali kesenian tradisional tanpa meninggalkan pakem aslinya. Ia menjelaskan bahwa Gambus Misri berkembang dari lingkungan Pesantren Tebuireng sebagai pengembangan seni ludruk dengan cerita bernuansa Islam.

Baca Juga : 1500 Jemaah NU Jombang Berangkat ke Mujahadah Kubro Malang, Bupati Warsubi Pimpin Pelepasan

Ia juga menekankan pentingnya mengenalkan Gambus Misri kepada generasi muda yang belum sepenuhnya memahami kesenian tersebut. Pemerintah Kabupaten Jombang, lanjutnya, terus berkomitmen mendukung, melindungi, dan memfasilitasi para seniman agar warisan budaya tak benda ini tetap hidup dan berkembang.

Pimpinan Gambus Misri Bintang Sembilan, Anasrul Hakim, memaparkan bahwa kesenian ini telah tumbuh sejak lama namun sempat terhenti dalam perjalanannya. Sejak 2017, para pemuda bersama pelaku seni terdahulu melakukan penelusuran sejarah, pelatihan, serta perawatan kembali agar Gambus Misri kembali tampil di tengah masyarakat.

Ia mengajak berbagai pihak untuk memberikan dukungan agar Gambus Misri mampu menjangkau generasi muda, khususnya Gen Z. Selain menjaga nilai seni, pihaknya juga berupaya menciptakan keberlanjutan ekonomi bagi para pelaku budaya yang terlibat.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Anom Antono, menegaskan bahwa Gambus Misri Bintang Sembilan merupakan satu-satunya kesenian sejenis di Kabupaten Jombang. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga eksistensinya.

Anom Antono menjelaskan bahwa kegiatan rekonstruksi ini merealisasikan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menegaskan peran pemerintah dalam melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan objek pemajuan kebudayaan.

Melalui pementasan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menghadirkan kembali identitas budaya daerah sekaligus memperkuat langkah pelestarian budaya bagi generasi mendatang. Tim-red

Post Views: 8

Post navigation

Previous Yuliati Nugrahani Pimpin Dekopinda Jombang 2026–2030 Secara Aklamasi
Next Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Disdikbud Jombang Latih Guru SMP Terapkan Deep Learning
  • Privacy Policy
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
By PT. Team Kabar Online | DarkNews by AF themes.