Team Kabar Online – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh setiap 9 Februari kembali menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan solidaritas bagi insan pers.
Pada Selasa (10/2/2026), Pengurus Daerah (PD) MIO Indonesia Jombang menggelar peringatan HPN 2026 dengan mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.
Baca Juga : Ritual menyambut Bulan Suci Romadhon SDN 1 Pulo lor
Panitia menghadirkan jajaran Forkopimda dan Forkopimcam setempat serta perwakilan berbagai asosiasi pers di Jombang untuk menyaksikan momen tahunan tersebut. Panitia menyelenggarakan kegiatan di halaman sekretariat PD MIO Jombang, Jalan Mastrip, tepatnya di selatan Terminal Bus Keplaksari Jombang.
Ketua PD MIO Jombang Totok Agus Hariyanto memimpin prosesi pemotongan tumpeng secara simbolis sebagai penanda resmi peringatan Hari Pers Nasional 2026. Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus komitmen bersama untuk terus menjaga marwah pers nasional.
Dalam sambutannya, Totok Agus Hariyanto menegaskan bahwa pers memegang peran strategis sebagai pilar keempat demokrasi yang menjaga stabilitas sosial dan kondusivitas daerah melalui pemberitaan berimbang dan bertanggung jawab. Ia menyatakan bahwa tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” mencerminkan tanggung jawab besar insan pers dalam mendukung ketahanan bangsa.
Totok juga menegaskan bahwa pers menjalankan fungsi kontrol sosial, menyampaikan informasi, serta menjembatani aspirasi masyarakat. Pada usia HPN ke-80, ia berharap insan pers, khususnya yang tergabung dalam MIO Jombang, semakin profesional, berimbang, dan bertanggung jawab dalam menyajikan berita.
Melalui kegiatan tersebut, PD MIO Jombang memperkuat solidaritas jurnalis lintas media, baik cetak, daring, maupun elektronik. Totok menekankan bahwa insan pers tidak perlu membangun sekat antar media karena seluruh jurnalis memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan informasi terbaik bagi masyarakat.
Ia juga menyampaikan harapan agar MIO Jombang terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, untuk menghadirkan pemberitaan yang edukatif serta menangkal hoaks.
Panitia menutup rangkaian acara dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang pers Indonesia yang memasuki usia ke-80 tahun, sekaligus sebagai harapan agar pers semakin maju, independen, dan dipercaya publik. Tim Red
