Bamus DPRD Jombang Bahas Laporan Bulan Juli dan DIK Agustus 2025. /setwan.jombangkab.go.id
Team Kabar Online – Kasus ditemukannya nasi basi, buah busuk, hingga susu yang diduga kedaluwarsa dalam Program Makan Bergizi (MBG) di Jombang memicu reaksi keras dari DPRD setempat.
Wakil rakyat meminta evaluasi serius agar program yang menyasar ribuan siswa itu tidak kembali bermasalah.
“Program ini sejatinya bagus, tapi kalau masih ada temuan nasi basi, susu kadaluwarsa, atau jeruk busuk, tentu harus segera dievaluasi,” tegas Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang, Erna Kuswati, Kamis (4/9).
Baca Juga : DPRD Jombang Bahas 12 Raperda Strategis dalam Prolegda 2025
Pentingnya Pengawasan Kualitas
Erna menilai, kendala teknis bisa saja terjadi pada tahap awal karena satu dapur bisa memproduksi ribuan porsi sekaligus. Namun, hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk mengabaikan standar kualitas.
“Quality control harus diperketat. Saat memasak, SOP wajib dipatuhi oleh penyedia, sehingga makanan yang diterima siswa tetap aman dan layak konsumsi,” ujarnya.
Komisi D juga mendesak agar pengawasan dilakukan sejak tahap pengadaan bahan, penyimpanan, hingga distribusi ke sekolah.
Baca Juga : Warsubi Tegaskan Job Fit Pejabat Jombang Bebas Jual Beli Jabatan
Keluhan Siswa dan Guru
Sejumlah siswa SMP melaporkan pengalaman kurang menyenangkan sejak hari pertama program berjalan.
- Mario Putra, siswa SMPN 1 Jombang, mengaku mendapat nasi keras dan ayam kurang matang. “Hari pertama mengecewakan, tapi hari berikutnya sudah lebih baik,” katanya.
- Khoiru Nisa, juga dari SMPN 1 Jombang, menyebut lauk ayam kecap yang ia terima sudah basi. “Kalau susu atau jeruk, kualitasnya bisa langsung dicek. Ini masalah pengawasan,” tambahnya.
- Anisa, siswa SMPN 2 Jombang, mengeluhkan nasi goreng basi dan susu dengan label kedaluwarsa yang kurang jelas. “Saya sempat minum, rasanya hambar meski tidak bau aneh,” ungkapnya.
Selain kualitas, distribusi yang molor turut jadi sorotan. MBG dijadwalkan tiba pukul 09.00 WIB, namun baru sampai sekitar pukul 11.45 WIB di SMPN 1 Jombang.
Baca Juga : 302 Desa Bergerak, Jombang Pacu Eliminasi TBC 2030
Respons Pihak Sekolah
Humas SMPN 1 Jombang, Fatkurohaman, mengakui adanya keterlambatan distribusi. “Mungkin karena baru pertama kali dijalankan, jadi masih ada kendala,” jelasnya.
Sementara Kepala SMPN 2 Jombang, Etik Nuroidah, mengonfirmasi adanya keluhan siswa. Ia menyebut lebih dari 100 siswa tidak kebagian makanan pada hari pertama karena distribusi terlambat.
“Kami sudah berkoordinasi agar diganti pada hari berikutnya. Jika ada makanan tidak layak, siswa jangan mengonsumsi dan segera lapor,” tegasnya.
DPRD Minta Penyelenggara Bertanggung Jawab
Komisi D DPRD menegaskan agar Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai penyelenggara bertanggung jawab penuh terhadap jalannya program MBG.
“Anak-anak membutuhkan asupan sehat, bukan makanan yang asal dibagikan. Tujuan baik program ini jangan tercoreng hanya karena kelalaian kecil,” pungkas Erna. Tim Red

3 thoughts on “DPRD Jombang Soroti Kualitas Program MBG, Temuan Nasi Basi hingga Susu Bermasalah”
Comments are closed.