Abah Buka Pendopo untuk Publik, Warga Jombang Diajak Rasakan Rumah Besar Bersama
Team Kabar Online – Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan komitmennya menjadikan Pendopo Kabupaten sebagai ruang terbuka bagi seluruh warga melalui kegiatan bertajuk “Pendopo Milik Rakyat, Abah untuk Semua” yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Jombang, Sabtu (14/2/2026) pagi.
Baca Juga : Pengurus Dekranasda Jombang 2025–2030 Dilantik, Siap Dongkrak Daya Saing Perajin Lokal
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi, Wakil Bupati Jombang Salmanudin beserta Ning Ema Erfina Salmanudin Yazid, Sekretaris Daerah Agus Purnomo bersama Ketua DWP Lilik Agus Purnomo, serta jajaran asisten, staf ahli, dan kepala OPD turut menghadiri kegiatan tersebut.

Bupati Warsubi menggagas program ini untuk membuka akses pendopo bagi semua lapisan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pendopo bukan hanya milik kepala daerah atau pemerintah, melainkan milik seluruh masyarakat Kabupaten Jombang.
Baca Juga :
- Jelang Ramadan 1447 H, Bapanas dan Pemkab Jombang Sidak Pasar Pon, Pastikan Harga Stabil dan Stok Aman
- PD MIO Indonesia Jombang Jadikan Momentum HPN 2026 Ajang Memperkuat Solidaritas Jurnalis Lintas Media
- Ritual menyambut Bulan Suci Romadhon SDN 1 Pulo lor
Pemerintah Kabupaten Jombang menghadirkan program ini sebagai langkah konkret membangun komunikasi yang terbuka dan partisipatif. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah mendorong interaksi langsung antara pemimpin daerah dan warga dalam suasana yang lebih akrab.

Bupati Warsubi juga membuka kesempatan luas bagi pelajar untuk mengenal fungsi serta nilai historis pendopo. Ia menekankan bahwa pendopo tidak semata menjadi tempat kegiatan seremonial, tetapi harus berfungsi sebagai rumah besar bagi warga Jombang. Pemerintah ingin menjadikan pendopo simbol keterbukaan, kebersamaan, dan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.
Baca Juga : HPN 2026 di Jombang, PD MIO Indonesia Perkuat Soliditas Jurnalis Lintas Platform
Kegiatan ini sekaligus menumbuhkan rasa memiliki di kalangan warga. Pemerintah berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat pendopo sebagai ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan.
Panitia mengisi rangkaian acara dengan room tour serta penampilan siswa dari tingkat SD hingga SMA. Seniman Wayang Potehi Gudo turut menampilkan pertunjukan yang memikat perhatian pengunjung. Toni Harsono, Ketua Yayasan Klenteng Hong San Kiong sekaligus pendiri Museum Potehi Gudo, memberikan edukasi mengenai sejarah serta capaian internasional Wayang Potehi Gudo.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Warsubi mengajak masyarakat melestarikan budaya lokal, termasuk Wayang Potehi yang telah hadir sejak abad ke-17. Ia menegaskan bahwa kesenian tersebut menjadi bagian penting dari warisan budaya Jombang yang harus dijaga bersama.
Di hadapan para undangan, Bupati Warsubi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat sepanjang tahun 2025 yang mengantarkan Kabupaten Jombang meraih 18 penghargaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan memajukan daerah demi mewujudkan Jombang yang maju dan sejahtera untuk semua. Tim-Red
Baca Juga :
